Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik mengklaim pihaknya telah siap mengirimkan surat usulan nama Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno kepada Gubernur DKI Anies Baswedan. "Gerindra sudah siap kirim surat ke gubernur," kata dia, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta, Rabu (12/9). Kendati demikian, kata Taufik, Gerindra masih menunggu Keputusan Presiden soal pengunduran Sandiaga Uno sebelum mengirim usulan itu. "Ya tetap nunggu [keppres], tapi keputusan Gerindra sudah siap," ujarnya.Saat ditanya apakah dirinya yang menjadi usulan dari Gerindra, Taufik menjawab, "Insyaallah". Di sisi lain, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengaku hingga saat ini dirinya belum menerima usulan nama untuk pengisian jabatan wakil gubernur.  Eks Wagub DKI Sandiaga Uno, di Jakarta, Jumat (31/8). ( CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto) | Ia pun hanya menunggu usulan dari Gerindra dan PKS selaku partai pengusung Anies-Sandi."Pokoknya surat [usulan wagub] di tangan saya, saya laksanakan bamus, paripurna," kata Prasetio. Sandiaga Uno mengundurkan diri dari jabatan wakil gubernur DKI Jakarta. Senin (27/8) lalu, Sandi juga telah membacakan pernyataan pengundian dirinya dalam rapat paripurna DPRD DKI. Nantinya, PKS dan Gerinda selaku partai pengusung berhak mengusulkan nama untuk mengisi jabatan yang ditinggalkan Sandi.Di sisi lain, Anies mengatakan dirinya tak memberikan usulan nama maupun kriteria untuk mengisi kekosongan jabatan wakil gubernur. Anies percaya nantinya PKS dan Gerindra selaku partai pengusung akan memilih sosok yang tepat untuk mendampingi dirinya memimpin Jakarta.  Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi, di gedung Filateli, Jakarta, 16 Agustus. ( CNN Indonesia/Andry Novelino) | "Saya percaya partai pasti mengusulkan orang-orang yang matang yang siap untuk bekerja bersama di Pemprov, dan saya siap, saya siap saja," tutur Anies di Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (31/8).Diketahui, Taufik pernah menjadi terpidana kasus korupsi dan divonis 18 bulan penjara akibat dinilai merugikan uang negara Rp488 juta dalam kasus korupsi pengadaan barang dan alat peraga Pemilu 2004, saat menjabat Ketua KPU DKI Jakarta. (arh) Let's block ads! (Why?) via CNN Indonesia https://ift.tt/2xbwmhY |
0 Comments:
Post a Comment