Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan dukungan sejumlah gubernur kepada Presiden Joko Widodo dalam Pemilu 2019 diperbolehkan selama kapasitasnya sebagai pribadi, bukan sebagai pejabat daerah. "Sebagai kepala daerah tentu tidak bisa, tapi secara pribadi ya mungkin partainya juga mendukung maka dia mendukung secara pribadi, itu boleh-boleh saja," ujar dia, di kantor wakil presiden, Jakarta, Senin (10/9). Menurut JK, para gubernur itu pun hanya perlu cuti apabila masuk dalam tim kampanye pilpres. Sejumlah gubernur diketahui telah menyatakan dukungan kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Di antaranya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan Gubernur Papua Lukas Enembe. Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Majdi sudah lebih dulu menyatakan dukungannya pada mantan wali kota Solo itu. JK pun tak mempermasalahkan soal perbedaan dukungan dalam Pilpres 2019 antara gubernur dengan partai pengusungnya. Hal itu terjadi pada Lukas Enembe dan dan TGB yang merupakan eks kader Partai Demokrat. "Ya itu pribadi, dia memang orang politik, tapi itu pribadi," katanya. Sejumlah gubernur telah dilantik oleh Jokowi beberapa waktu lalu. Beberapa di antaranya secara terang-terangan menyatakan dukungan pada Jokowi meski berbeda dengan dukungan partainya pada pilpres 2019. Wakil Sekretaris Jendral DPP Partai Demokrat Rachland Nashidik bahkan menuding Jokowi 'membajak' dua kadernya yakni Gubernur Banten Wahidin Halim dan Lukas. Namun, menurut Rachland, jika keduanya dibajak maka mereka dinilai cakap dan menguntungkan. (arh/wis) Let's block ads! (Why?) via CNN Indonesia https://ift.tt/2wWQgOw |
0 Comments:
Post a Comment