Thursday, September 6, 2018

Independent Observer dan Suara Senyap Gerindra dari Kemang

Tim CNNIndonesia.com, CNN Indonesia | Jumat, 07/09/2018 08:48 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Tembok pagar bangunan di atas lahan sekitar 900 meter persegi itu tampak kusam. Sebagian catnya mengelupas. Pintu pagar bercat hitam itu tertutup rapat. Suasana siang itu senyap.

Pada 21 Agustus 2018 lalu, sebuah situs jual beli rumah online menawarkan rumah tersebut untuk disewakan. Harganya Rp450 juta per tahun.

"Bisa untuk kantor," demikian keterangan dalam situs itu.

Dalam iklan itu juga disebutkan bahwa rumah tersebut memiliki luas bangunan 600 meter persegi, terdiri dari empat kamar tidur, tiga kamar mandi. Rumah itu juga terdapat Taman luas depan belakang, pos satpam, dan garasi.

"Ini rumahnya orang-orang Prabowo," kata seorang pedagang yang sehari-hari mangkal di dekat rumah tersebut.

"Sering ada orang-orang, ramai-ramai juga, mungkin rapat," katanya.

Rumah di Jalan Kemang V nomor 11A, Jakarta Selatan itu pernah digunakan sebagai lokasi rapat partai politik pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

Pada 1 Agustus 2018, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, Sekjen PAN dan Eddy Suparno, dan Sekjen PKS Mustafa Kamal, dan Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan menggelar rapat di rumah itu membahas teknis pendaftaran capres-cawapres.

Suara Senyap Gerindra dari Kemang 11AKantor media Independent Observer di Jalan Kemang V nomor 11a. (CNN Indonesia/LB Ciputri Hutabarat)
Rumah itu kembali menjadi sorotan setelah di media sosial diramaikan kemunculan Surat Kabar Independent Observer. Sebab dalam koran tersebut tertera alamat kantor redaksi di Jalan Kemang V nomor 11 A.

Di media sosial seliweran screenshot halaman depan Independent Observer viral di media sosial setelah menurunkan judul kepala New Hope Vs Unfulifilled Promises. Warganet menyamakan koran tersebut dengan tabloid Obor Rakyat. Bedanya, Independent Observer berbahasa Inggris, Obor Rakyat berbahasa Indonesia, kata netizen.

Tabloid Obor Rakyat sempat menghebohkan masyarakat pada Pemilihan Presiden 2014. Ketika itu, Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla bertarung dalam perebutan kursi presiden dengan Prabowo-Hatta Rajasa.

Edisi pertama Obor Rakyat muncul pada pada Mei 2014 dengan headline 'Capres Boneka'. Di tabloid itu juga terdapat karikatur Jokowi sedang mencium tangan Megawati Soekarnoputri.

Edisi kedua tabloid itu kembali beredar dengan judul '1001 Topeng Jokowi'. Tabloid tersebut tidak hanya beredar masyarakat umum, tetapi telah sampai juga ke lingkungan pesantren dan pengurus mesjid.

Kepolisian kemudian mengusut usai menerima laporan dari Jokowi-JK melalui timsesnya. Kemudian pada 2016, Pemimpin Redaksi Obor Rakyat Setriyadi Budiono akhirnya dijatuhi hukuman delapan tahun penjara karena dianggap telah mencemarkan nama baik.

Sementara koran Independent Observer dijual seharga Rp9.500 di sejumlah toko buku. Namun, sejak ramai di media sosial surat kabar tersebut sulit dicari.

CNNIndonesia.com memperoleh tabloid Independent Observer edisi 31 Agustus-6 September 2018 dari salah satu toko buku di Jakarta Pusat.

"Belakangan lagi banyak yang nyari, ini saja stok terakhir," kata seorang penjaga toko buku di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat.

Independent Observer nomor 33/Vol 01 itu menulis tentang persekusi terhadap sejumlah aktivis gerakan #2019GantiPresiden. Judul kepalanya Democrazy Under Harassment dengan subjudul, The Political Persecution in Indonesia.

Di halaman 8 koran itu tertera nama pengelola dan staf redaksi Independent Observer. Tercatat nama Angga Raka Prabowo sebagai CEO, dan Irawan Ronodipuro sebagai Pemimpin Redaksi. HRGA Manager, A Bachren Bona Vory.

Selain itu, nama Budi Purnomo Karjodihardjo juga tercatat sebagai Senior Editorial Advisor bersama Byron Allen Black.

Dalam situs International Standard Serial Number (ISSN) LIPI, Independent Observer masuk dalam kategori Koran Umum Nasional berbahasa Inggris dengan skala terbit mingguan. Keterangan di ISSN LIPI menyebutkan surat kabar tersebut menjadi jembatan informasi kepada masyarakat dengan berita yang jujur, serta terfokus kepada berita sosial, budaya, dan politik.

Konten berita meliputi National, Metropolitan, Politik, Bisnis, dan Keuangan, Entertainment, Lifestyle, Leisure, Intermezzo, Internasional, Embassy Talk, Social Culture, Education, Sports, Indepth, Infotech. Media berbahasa Inggris itu terbit dengan frekuensi 1 mingguan.

Mengantongi SK nomor 0005.2598103X/JL.3.1/SK.ISSN/, pengelola koran tersebut tercatat sebagai PT Media Pandu Bangsa. Nama pengelola adalah Angga Raka Prabowo yang beralamat Nirwana Estate Blok R nomor 5 RT 002/RW013, Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Atribut Partai Gerindra

CNNIndonesia.com menyambangi alamat pengelola di Nirwana Estate Blok R nomor 5.

Di rumah tersebut terdapat sejumlah atribut Partai Gerindra. Sebuah mobil ambulans berlogo Gerindra terparkir di rumah itu. Bahkan, terlihat satu motor patroli pengawal polisi di depan rumah tersebut.

"Ini rumah Pak Rudy Susmanto, temannya Pak Angga. Mereka memang kenal dekat," kata seorang ajudan Rudy.

Suara Senyap Gerindra dari Kemang 11AKantor pengelola Independet Observer di Cibinong, Bogor. (CNN Indonesia/LB Ciputri Hutabarat)
Rudy tercatat sebagai calon legislatif Dapil I Kabupaten Bogor dari Partai Gerindra. Rudy juga menjabat sebagai Ketua Nusantara Polo Club, sebuah komunitas olahraga berkuda.

"Betul di sini adalah alamat PT Media Pandu Bangsa dan mas Angga adalah pimpinannya," kata Rudy kepada CNNIndonesia.com singkat.

Rudy mengatakan rumahnya hanya dipakai sebagai kantor Independent Observer, sementara soal percetakan dia tak tahu menahu.

"Kalau percetakannya mungkin alatnya tidak muat di sini. Percetakannya di Jakarta," katanya.

Angga merupakan kader Partai Gerindra dan menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra. Hal itu, dibenarkan oleh Wakil ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

CNNIndonesia.com mencoba menghubungi Angga. Namun tak berbalas. Telepon dan pesan WhatsApp yang dikirimkan tak direspons. Menurut informasi yang diperoleh CNNIndonesia.com dia sakit, dan baru menjalani operasi. Angga belum berkenan untuk dimintai komentar soal Independent Observer.

Sementara Budi Purnomo Karjodihardjo membenarkan bahwa dirinya merupakan penasihat di koran tersebut. Budi pernah menjadi konsultan media Prabowo Subianto pada Pilpres 2014.

"Iya benar saya advisor di sana. Saya juga baru dua kali ke kantornya," kata Budi kepada CNNIndonesia.com.

Namun, Budi kembali menegaskan dirinya hanya sebagai penasihat, dan PT Media Pandu Bangsa yang dimiliki Angga tak memiliki kaitan dengan jaringan media Media Pandu Bangsa yang dikelola olehnya, seperti Pandubangsa.com.

"Pandubangsa.com tidak ada kaitannya dengan PT Media Pandu Bangsa, penerbit koran Independent Observer. Pandubangsa.com juga bukan media internal Partai Gerindra atau Pak Prabowo Subianto," kata Budi "Itu Dia organisasi yang berbeda. Yang satu PT yang satu bukan."
 
Kendati demikian, Budi tak menampik kabar yang menyebutkan dia kenal dengan Angga dan Irawan Ronodipuro. Nama Irawan tercatat dalam kepengurusan Partai Gerindra periode 2015-2020. Dia saat ini menjabat Ketua DPP Gerindra Bidang Hubungan Luar Negeri.

(CTR)

1 dari 2

Let's block ads! (Why?)



via CNN Indonesia https://ift.tt/2QbwYgg
RSS Feed

If New feed item from http://ftr.fivefilters.org/makefulltextfeed.php?url=https%3A%2F%2Fwww.cnnindonesia.com%2Frss&max=3, then Send me an em


Unsubscribe from these notifications or sign in to manage your Email Applets.

IFTTT
Share:

Related Posts:

0 Comments:

Post a Comment