Friday, September 14, 2018

Menanti Badai Marquez vs Lorenzo di MotoGP

Jakarta, CNN Indonesia -- Hubungan Marc Marquez dan Jorge Lorenzo di MotoGP 2018 hingga kini terlihat harmonis. Namun, situasi bisa berubah 180 derajat di kubu Repsol Honda saat menjalani MotoGP 2019.

Marquez mendorong Lorenzo di parc ferme usai balapan MotoGP Austria pada 12 Agustus lalu. Kedua pebalap itu terlihat akrab meski baru saja bersaing ketat pada balapan di Sirkuit Red Bull Ring.

Kondisi itu tentunya membuat pihak Honda Racing Corporation (HRC) puas, terutama direktur tim Repsol Honda Alberto Puig yang mengambil risiko dengan memboyong Lorenzo menjadi rekan setim Marquez untuk MotoGP 2019 dan 2020.

Keputusan menduetkan Marquez dan Lorenzo membuat Puig sempat mendapat kritikan. Memiliki dua pebalap juara dunia dalam satu tim, dan sedang dalam penampilan terbaik, bisa membuat Honda dalam bahaya musim depan.

Marc Marquez dan Jorge Lorenzo punya masa lalu yang kurang harmonis.Marc Marquez dan Jorge Lorenzo punya masa lalu yang kurang harmonis. (REUTERS/Jon Nazca)
Masalah yang sama pernah dialami Movistar Yamaha ketika menduetkan Lorenzo dengan Valentino Rossi. Kedua pebalap sering terlibat perang dingin hingga mengganggu performa tim, hingga akhirnya Lorenzo memutuskan hengkang ke Ducati pada musim 2017.

Saat ini ketakutan akan terjadinya perang dingin Marquez vs Lorenzo pada MotoGP 2019 terlihat tidak mungkin terjadi. Terlebih setelah Marquez dan Lorenzo menunjukkan hubungan yang sangat akrab, seperti yang ditunjukkan usai balapan di sejumlah seri musim ini.

Namun, hubungan Marquez dan Lorenzo bisa berubah 180 derajat dengan cepat. Situasi damai bisa berubah menjadi badai dalam sekejap ketika kedua pebalap juara dunia itu berada dalam satu garasi musim depan.

Perlu diingat Marquez dan Lorenzo adalah dua rival di MotoGP. Menjadi rekan setim tidak akan membuat hubungan kedua pebalap akan lebih harmonis. Pasalnya, peraturan pertama dalam dunia balap adalah: Musuh pertama yang harus dikalahkan adalah rekan setim.

Marc Marquez dan Jorge Lorenzo tidak ingin membangu tembok di garasi Repsol Honda musim depan.Marc Marquez dan Jorge Lorenzo tidak ingin membangu tembok di garasi Repsol Honda musim depan. (REUTERS/Lisi Niesner)
Jika ditarik ke belakang, perseteruan antara Marquez dan Lorenzo sudah terjadi sejak musim 2013. Ketika itu Marquez menyenggol Lorenzo hingga keluar trek pada balapan di Sirkuit Jerez, Spanyol. Usai balapan, Lorenzo menolak jabat tangan Marquez di parc ferme.

Meski sempat diklaim bekerja sama pada MotoGP 2015 ketika melawan Rossi, hubungan Marquez dan Lorenzo tidak pernah benar-benar harmonis. Sejumlah media di Spanyol mengklaim Lorenzo tidak menyukai Marquez karena sang juara bertahan merebut status pebalap nomor satu Negeri Matador di MotoGP dari tangan Lorenzo.

Marquez mungkin terlihat baik dan bersahabat di luar sirkuit. Namun, Marquez merupakan sosok yang beda ketika sudah mengenakan helm. Pebalap 25 tahun itu tidak akan peduli status rekan setim. Setiap kesempatan kemenangan akan diambil Marquez, meski sekecil apapun.

Marquez sendiri mengakui hubungannya dengan Lorenzo sempat memburuk. Marquez juga memastikan tidak akan mengalahkan kepada Lorenzo di Repsol Honda.

Marc Marquez mengaku tidak ingin kalah dari Jorge Lorenzo musim depan.Marc Marquez mengaku tidak ingin kalah dari Jorge Lorenzo musim depan. (REUTERS/Jon Nazca)
"Pada awalnya ada friksi antara kami, tapi sekarang kami punya hubungan bagus. Saya lebih memilih bersaing dengan rival yang memiliki senjata yang sama. Ketika Anda punya dua pebalap juara di tim yang sama, dua-duanya pasti ingin menang. Sayangnya hanya ada satu pebalap yang akan menang," ucap Marquez.

Terakhir Marquez mengaku tidak ingin menerapkan tembok pembatas di garasi Honda pada MotoGP 2019 bersama Lorenzo. Sebuah keputusan yang mungkin akan disesali Marquez musim depan ketika friksi antar-dua pebalap mulai terjadi.

Menariknya jika melihat persaingan di MotoGP 2018, bukan tidak mungkin hubungan panas antara Marquez dan Lorenzo bisa terjadi lebih cepat. Terlebih Lorenzo harus memenuhi kewajiban terhadap Ducati untuk membantu Andrea Dovizioso dalam perebutan gelar juara dunia melawan Marquez di enam seri tersisa musim ini.

Balapan selanjutnya akan berlangsung di MotoGP Aragon, 23 September mendatang. Balapan MotoGP Aragon bisa disaksikan secara live streaming di CNNIndonesia.com. (har)

Let's block ads! (Why?)



via CNN Indonesia https://ift.tt/2xiC41r
RSS Feed

If New feed item from http://ftr.fivefilters.org/makefulltextfeed.php?url=https%3A%2F%2Fwww.cnnindonesia.com%2Frss&max=3, then Send me an em


Unsubscribe from these notifications or sign in to manage your Email Applets.

IFTTT
Share:

Related Posts:

0 Comments:

Post a Comment